Monday, 24 November 2008

Selarik Lirih

Musim Hujan ini, anak-anak lebih sering berdiam dirumah. Namun kali ini matahari bersinar cerah, maka kami mengajak Thifal untuk jalan-jalan sekedar cari mie untuk jajanan.

Si kecil tentu bersemangat dan serta-merta bersiap-siap sambil terus saja berkicau ceria. Ah..sayang sekali, mendadak langit mendung dan hujan deras mendera, tepat disaat kami telah bersiap dan kaki ini baru saja menapak di halaman luar.

Tentu saja ada kecewa namun tetap penuh maklum, hal yang sama sekali belum bisa dimengerti oleh gadis cilik 2,5 tahun itu. Dia menangis. Alih-alih menenangkannya, ku bilang,

" Sabar ya, Nak. Coba Thifal berdoa saja sama Allah semoga hujan segera reda dan kita bisa jalan-jalan."

Dengan tetap terisak rupanya Thifal menuruti anjuranku, katanya, "Ya Allah, aku mau jala-jalan sebentaaar..aja, mau beli mie".

Aduh,..memang terdengar lucu, namun tetap hati ini bagai teriris mendengar ratapan sederhananya yg sulit bagiku untuk mencoba mewujudkan. Aku hanya coba tersenyum di depanya, hingga tiba-tiba dia menunjuk ke arah keluar,

"Sudah berhenti".

Terkejut ku menoleh dan lebih terkejut lagi ketika mendapati hujan deras itu dengan,..ajaib mungkin..memang benar-benar berhenti. Sama sekali berhenti, walau langit tetap hitam.. namun jelas..hujan berhenti turun. Aku tersenyum dan menyadari...bahwa Tuhanpun tengah tersenyum ketika mendengar lirih cilik melarikkan pinta sederhana. Ini tentu kehendakNya, pikirku, dan dengan mantap ku putuskan untuk melanjutkan acara kami..membawa jalan-jalan si kecil.

"Nak, doamu dikabulkan Allah, ayo ucapkan terima kasih sama Allah lalu kita berangkat jalan-jalan", ucapku pada Thifal sambil bergegas.

Air matanya belum benar-benar mengering, tertutup oleh indah senyum simpul mungil, berlari kecil sambil berucap,..

"Terima kasiiih Yaa Alllooohh..."




*Sekedar tambahan : kami lumayan lama pergi jalan-jalan dibawah naungan langit hitam pekat. Dan ketika sekembalinya ke rumah, Alhamdulillah dengan hati yang bahagia, hujan langsung turun sederas awalnya, persis saat kami menutup pintu rumah. Terima kasih Yaa Allah, dan maafkan kami Langit karena membuatmu bekerja keras menahan hujan turun.

Tuesday, 11 November 2008

Across Juwana-Semarang-Bogor





Monday, 10 November 2008

Harmoniously of Us





Farand's 1st Birthday Celebration